Minggu, 06 Desember 2009

Satu Juta Tiket Piala Dunia Diperebutkan


Bila Anda ingin menyaksikan langsung Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan bersiaplah bersaing di dunia maya. Sebab mulai Sabtu 5 Desember 2009, satu juta tiket sudah dilepas secara online.

Para penggila bola yang ingin menyaksikan tim kesayangannya sudah bisa mendaftarkan diri sebelum 22 Januari 2010.

Seperti dilansir FOX News, Sabtu 5 Desember 2009, tak semua tiket dilepas secara online. Pasalnya 12 persen dari tiket-tiket tersebut sudah didistribusikan melalui asosiasi sepakbola ke 32 negara peserta.

Hingga saat ini tiket yang paling laris terjual adalah pertandingan antara Inggris kontra Amerika Serikat di Grup C pada 12 Juni 2010 di Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg.

Bagi warga lokal harga tiket dipermurah oleh panitia dengan harga terendah mencapai 140 Rand atau US$19 (Rp 178 ribu). Sedangkan untuk para penggemar internasional harga tiket termurah mencapai US$80 atau sekira Rp 752 ribu.

Kick Off Piala Dunia 2010 akan dimulai pada 11 Juni 2010. Pertandingan pertama adalah antara tuan rumah Afrika Selatan melawan Meksiko di Johannesburg.

Kentut Berujung ke Pengadilan


TEMPO Interaktif, Jakarta - Hati-hati dengan kentut anda, bukan tidak mungkin berujung ke pengadilan sebagaimana kasus di rumah susun ini. Kisah ini berawal saat Omy Busytoni berada di rumah susun di kawasan Terminal Harjamukti, Kota Cirebon, pada 27 Juli lali.

"Saat itu saya dan teman saya tengah berbincang," katanya. Tiba-tiba perutnya terasa sakit. Omy mengaku benar-benar ingin kentut.

Tak enak ada temannya, Omy pun keluar kamar menuju lorong rusun. Di tempat itulah ia buang angin.

Nahas, ternyata ada seorang penghuni bernama Hotmin Sitohang yang mendengar kentut Omy. "Padahal jarak saya dan dia jauh, sekitar 12 meter," kata Omy.

Tak terima, Hotmin pun menegur Omy sambil mencekik leher Omy. Omy berusaha melepaskan cekikan dengan menggigit tangan Hotmin. Kejadian itu diperparah dengan kehadiran Yurmina Samosir, istri Hotmin. Melihat tangan suaminya digigit Omy, ia pun balas menggigit Omy.

"Saya tidak terima dengan perlakuan Hotmin dan istrinya, jadi saya pun melapor ke polisi," kata Omy.

Sedang versi Yurmina Samosir, saat itu Omy sangat arogan. "Dia justru balik marah denga sikap arogan," kata Yurmina. Bahkan Omy pun, lanjut Yurmina, sempat bilang, "Kentut, kentut saya, apa urusan kamu." Padahal, Omy sendiri bukan penghuni tetap rusun itu.

Yurmina pun mengaku sudah berusaha untuk berdamai. "Tapi ganti rugi yang diminta mahal sekali, sampai Rp 6 juta," katanya. Ia dan suaminya hanya mampu membayar Rp 400 ribu. "Uang dari mana, kami ini hanya pemulung," katanya.

Ketua majelis hakim, Setiadi, sempat menawarkan perdamaian saat persidangan pertama, Kamis (3/12), untuk meringankan Hotmin dengan cara meminta maaf kepada Omy. Namun Hotmin tetap enggan meminta maaf karena beranggapan dirinya sudah menjadi korban penganiayaan.

Bahkan, Hotmin pun sudah melaporkan balik Omy ke polisi dengan tuduhan penganiayaan. Nah... panjang kan urusannya.